Pakaian Wanita Dan Pria dari Pulau Madura Beserta Keterangannya

Pakaian Wanita Dan Pria dari Pulau Madura Beserta Keterangannya

Pakaian Wanita dan Pria Pulau Madura- Hai guys apa kabar hari ini ? Sehatkan pastinya. Ayo kita belajar dan mempelajari bersama tentang Pulau Madura yuk. Madura merupakan pulau yang terletak di timur laut Pulau Jawa yang merupakan pulau yang kecil. Pulau Madura ini memiliki luas hanya sekitar 5.168 km² yang disinggahi oleh penduduk Pulau Madura mayoritasnya.

Bagi yang pernah mengunjungi Suku Pulau Madura ini mempunyai kebudayaan tinggi yang kehidupan sejarah peradabannya cukup maju di zaman dahulu guys. Kebuktian kemajuan dari kebudayaan dan juga peradaban di Pulau Madura itu banya guys . Salah satu bukti peradabannya yaitu bisa kita lihat dari pakaian adatnya yang sangat kental dengan nilai filosofisnya guys.

Nah kalian sudah mengetahui dan mempelajari sebagian Pulau Madura kan, ayo sekarang kita mengetahui dan mempelajari pakaian adat Pulau Madura dan apa saja sih terdapat dari Pulau Madura tersebut ? berikut ini akan saya jelaskan semua itu dibawah ini. Disimak dan diperhatikannya guys.

1. Pakaian Adat Madura Pria

Pakaian Adat Pulau Madura/https://goo.gl/images/bysiYW

Pakaian Adat Madura yaitu Pesa’an. Baju ini digunakan untuk pria Pulau Madura dan baju ini merupakan baju yang sederhana yang dipakai sehari-hari oleh masyarakat Suku Pulau Madura di zaman dahulu.

Pakaian ini digunakan untuk berladang, melaut, maupun untuk menghadiri upacara adat. Pakaian ini digunakan tidak tanpa batas, pakaian ini digunakan diberbagai kalangan : dari jenis kelamin, usia, status social untuk si pemakai.

Baju pesa’an adalah pakaian adat Pulau Madura yang berwarna hitam yang longgar dengan memakai dalaman berupa kaos belang merah putih atau merah hitam. Baju ini dipakai dengan menggunakan celana yang sangat longgar juga. Celana ini berwarna hitam yang panjangnya sampai ke tanggung antara lutut dan mata kaki.

Bahan pakaian zaman dahulu yang dipakai oleh masyarakat Pulau Madura yaitu kain Lanteng Tiu. Aksessoris yang digunakan untuk pakaian ini adalah :

 Odheng Asal Pulau Madura, atau penutup kepala yang sederhana hanya balutan kain yang diikat di kepala. Untuk pemakaian Odheng ini memiliki arti filosofis yaitu jika tegaknya kelopak odheng dipakai maka semakin tinggi derajat kebangsawanannya.

Aksessoris Pakaian Adat Pulau Madura/https://goo.gl/images/71hdKb

Sedangkan untuk orang lanjut usia pemakaian odhengnya ujungnya dipilin dan untuk anak muda bagian ujungnya dibiarkan tetap terbeber. Odheng terdiri dari macam yaitu odheng santapan dan odheng tapoghan.

 Odheng santapan mempunyai bahan kain batik yang biasa. Odheng ini memiliki motif telaga biru atau storjoan. Odheng ini memiliki warna merah soga. Odheng ini memiliki ukuran yang sesuai dengan lingkaran kepala si pemakai. Bentuk ikat kepala ini umumnya berbentuk segitiga di bagian atas kepala tertutup.

 Odheng tapoghan mempunyai bahan kain yang biasa. Memiliki motif bunga atau lidah api. Odheng ini berwarna merah soga, ukuran sangat sesuai lingkaran si pemakai. Odheng ini memiliki bentuk seperti segitiga tetapi di bagian atas kepala tidak tertutup.

 Terompah atau Alas Kaki Asal Pulau Madura

Aksessoris Pakaian Adat Pulau Madura/https://goo.gl/images/mnPjsK

Terompah ini terbuat dari bahan kulit sapi. Terompah ini memiliki ukuran sesuai dengan ukuran kaki si pemakai. Bentuknya terbuka tetapi dibagian ujung depan dan belakang yang terdapat tali sebagai penjepit yang terbuat dari bahan yang sama. Penjepit ini memiliki fungsi yaitu untuk mengikat antara ibu jari dan jari yang lain.

 Sarung Kotak-Kotak Asal Pulau Madura

Aksessoris Pakaian Adat Pulau Madura/https://goo.gl/images/jW7jsv

Sarung Pulau Madura mempunyai jenis masing-masing. Sarung yang di pakai adalah sarung Samarinda yang memiliki bahan sutra dan ada sarung yang lain yaitu sarung plekat yang memiliki bahan dari katun. Motif sarung Samarinda berwarna mencolok yaitu emas.

Motif sarung Plekat memiliki warna yaitu putih dengan kotak-kotak berwarna biru atau hijau. Untuk ukuran sarung yang digunakan sama dengan umumnya. Bentuk sarung Pulau Madura sama seperti yang lain.

Fungsi sarung ini adalah sebagai perlengkapan ibadah atau shalat, dan digunakan sebagai hiasan baju saja yang hanya disampirkan di bahu saja.

 Ikat Pinggang Asal Pulau Madura

Aksessoris Pakaian Pulau Madura/https://goo.gl/images/AFdV44

Ikat Pinggang Katemang Raja atau Katemang Kalep yang digunakan oleh masyarakat Pulau Madura. Bahan ikat pinggang ini terbuat dari kulit sapi. Motif ikat pinggang ini hanya polos. Warna ikat pinggang coklat atau hitam.

Ukuran ikat pinggang yaitu sama seperti yang lain. Bentuk ikat pinggang cukup lebar dan ada kantong didepannya yang berfungsi sebagai menyimpan uang.

 Senjata Tradisional Pulau Madura

Aksessoris Pakaian Adat Pulau Madura/https://goo.gl/images/y3N8X6

Senjata Tradisional Pulau Madura ada beberapa jenis :

a. Gelati Cap Garupu Asal Pulau Madura

Senjata ini hasil dari buah tangan orang Jerman. Gelati ini terbuat dari bahan : besi baja. Gelati ini memiliki motif : polos dan warna besi baja. Untuk ukuran Gelati : panjangnya sekitar 40 cm dan memiliki bentuk : seperti pisau dapur pada umumnya namun ujungnya agak sedikit runcing.

b. Piol Asal Pulau Madura adalah Gobang yang kecil. Piol ini memiliki bahan besi baja. Piol ini juga memiliki motif polos dan warna besi polos. Untuk ukuran Piol ini cocok dengan badan dan memiliki bentuk seperti pisau dapur yang lainnya

c. Aret atau Celurit atau Sabit Asal Pulau Madura adalah senjata kelas menengah yang memiliki bahan besi baja. Celurit ini memiliki motif : polos dan warna : besi baja. Celurit ini memiliki berat rata-rata 450 gram, dan memiliki bentuk : sabit atau celurit pada umumnya. Aret atau celurit ini.

d. Takabuan adalah senjata Asal Pulau Madura yang terbuat dari besi tempaan yang bermutu yaitu terbuat dari besi bekas keris yang terlihat pamor tampaknya. Motif Takabuan ini hanya polos dan untuk warna besi. Takubuan ini memiliki ukuran yaitu paruhnya cocok dengan lengkungan perut.

Takabuan ini memiliki bentuk melengkung seperti bulan sabit namun lebar dibagian tengah dan tebal dipunggungnya. Paruh pisaunya lebar lalu mengecil kearah ujungnya lancip. Takabuan tidak menggunakan sarung namun jika ukuran kecil akan menggunakan sarung keris.

Secara filosofis, longgar dari pakaian adat Pulau Madura ini mempunyai arti bahwa suku Pulau Madura adalah suku yang menghargai sebuah kebebasan. Dan untuk kaos berwarna belang yang sangat kontras itu membuktikan bahwa masyarakat Pulau Madura merupakan masyarakat yang memiliki mental pejuang, pemberani, dan tegas.

2. Pakaian Adat Pulau Madura Untuk Wanita

Pakaian Adat Pulau Madura/https://goo.gl/images/gzm6CT

Pakaian Wanita Pulau Madura ini juga sama seperti pakaian adat Pulau Madura untuk pria. Tetapi bukan kaum pria yang mempunyai desain atau motif yang sederhana. Pakaian adat wanita Pulau Madura yang dipakai adalah kebaya tanpa kutu baru dan kebaya rancongan. Pakaian adat ini menggunakan dalaman berupa bra berwarna gelap.

Warna yang dipakai bra untuk wanita ini adalah hijau, biru, atau merah yang ukurannya sangat pas atau ketat untuk badan. Bahan kebaya yang dipakai bahan yang menerawang atau memperlihatkan serta digabungkan dengan bra yang berwarna gelap sehingga membuat para perempuan Pulau Madura ini terlihat sangat begitu cantik.

Pemakaian baju kebaya ini juga memiliki arti filosofi tersendiri bagi para wanita Pulau Madura yang mereka memang sangat menghargai sebuah kecantikan dan juga keindahan bentuk tubuh mereka.

Bukti-bukti bahwa wanita Pulau Madura adalah dengan zaman saat wanita remaja mereka sudah mulai meminum jamu-jamu khusus untuk menunjang kecantikannya, dan berbagai macam patangan makanan lainnya dan makanan yang dianjurkan seperti pemakaian penggel bertujuan untuk membentuk tubuh yang bagus dan juga indah.

Untuk pemakaian kebaya atasan biasanya dipadukan dengan sarung batik dengan motif tertentu untuk bawahan. Untuk motif sarungnya ada beberapa macam yang dipakai adalah motif tabiruan, storjan, atau lasem. Untuk penggunaaan  kebaya dan sarung masih sama pada umumnya dipadukan dengan stagen jawa (Odhet) yang biasanya panjangnya 1,5 meter dan 15 centimeter yang diikatkan di perut.

Dalam pemakaian pakaian adat Pulau Madura ini, wanita juga menggunakan berbagai jenis aksessoris sebagai riasan atau untuk mempercantik kecantikannya. Riasan ini sering dipakai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Macam-macam aksessoris diantara lain adalah :

a. Cucuk sisir dan cucuk dinar adalah hiasan rambut yang terbuat dari logam emas yang bentuknya unik yaitu busur dengan untaian kepingan uang. Cucuk sisir dan juga cucuk dinar ini ditusukkan ke dalam gelungan rambut yang dibuat bulat penuh.
b. Anteng atau shentar penthol adalah giwang emas yang sering dipakai ditelinga.
c. Leng oleng adalah tutup kepala yang tebuat dari kaian yang cukup tebal.
d. Kalung brondong adalah kalung emas dengan rentanagn yang bentuknya seperti biji jagung dan didipadukan dengan liotin yang bermotifkan uang logam atau bunga matahari.
e. Penggel adalah perhiasan yang dipakai dibagian pergelangan kaki yang terbuat dari bahan emas dan perak.
f. Gelang dan cincin ema yang bagus dan memiliki motif keratin tebu ( tebu saeres )
g. Selop tutup yang dipakai dialas kaki yang berguna untuk penutup alas kaki.

3. Baju Pria Dan Baju Wanita di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur

Pakaian Adat Pulau Madura/https://goo.gl/images/eg8uXF

Dalam pementasan ini, semua para bujang dan gadis menggunakan pakaianj khas Surabaya yang mungkin meledak beritanya dan zaman dahulu dan masih sering digunakan sampan zaman sekarang yang masih digunakan untuk acara-acara besar di kantor dan kediaman walikota atau dibalai kota.

Pakaian ini terdapat di adat Jawa Timur. Untuk pria menggunakan pakaian adat Jawa Timur yang bernama Cak. Pakaian ini menggunakan gabungan dari bekap atau jas tutup sebagai atasannya dan jarik sebagai bawahannya.

Nah selesai sudah kita mengenal pakaian adat Pulau Madura, jenis senjata tradisional Pulau Madura, Motif semua pakaian dan aksessoris dan senjata, Ukuran pakaian dan aksessoris dan sejata tradisonal Pulau Madura,

Bentuk pakaian dan aksessoris dan senjata tradisional Pulau Madura, dan lain-lain. Wah ternyata kita sudah mengetahui banyak tentang Pulau Madura. Mungkin itu saja guys semoga bermanfaat dan jangan lupa sering membaca.

Mari kita budayakan membaca karena masyarakat Indonesia jarang membaca. Membaca bukan berarti membaca saja namun berkembangnya waktu banyak yang memegang handphone. Nah mari kita gunakan dan manfaatkan handphone sabaik-baiknya ya guys.

Mungkinn itu saya yang saya pesan untuk kalian semua semua dengan ini kalian dan saya bisa menambah ilmu tentang ini ya guys. Dan jangan lupa ayo kita wariskan budaya masing-masing daerah anda ke generasi berikutnya supaya tidak ditelan bumi. Sampai jumpa dan sampai bertemu kembali.

Leave a Comment